Sabtu, 16 Agustus 2014

DI MALIOBORO

"DI MALIOBORO"




Saya menemukanmu, tersenyum, acuh tak acuh
Di sisi Benteng Vriedenburg
Siapa namamu, kataku, dan kau bilang :
Kenapa kau tanya itu.

Malam mulai diabaikan waktu
Di luar, Trotoar tertinggal,
Deret gedung bergadang
Dan lambu tugur sepanjang malam
Seperti jaga untuk seorang baginda
Yang sebentar lagi akan mati.
Mataram, katamu, Mataram...
Ingatan-ingatan pun bepercikan
--sekilas terang kemudian hilang--
Seakan pijar di kedai tukang las.

Saya coba pertautkan kembali
Potongan-potongan waktu
Yang terputus dari landas,
Tapi tak ada yang akan bisa diterangkan, rasanya
Di atas bintang-bintang mabuk oleh belerang,
Kepundan seperti sebuah radang,
Dan bulan dihirup hilang
Kembali oleh Merapi
Trauma, kau bilang
(Mungkin juga, "Trakhoma?") membutakan kita

Dan esok los-los pasar akan menyebarkan lagi warna permainan kanak
Dari kayu : boneka-boneka pengantin
Merah-Kuning dn rumah-rumah harapan
Dalam lilin.
Siapa namamu, tanyaku,
Aku tak punya ingatan untuk itu, sahutmu.

(Puisi Karya : Goenawan Mohammad)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar