Jumat, 22 Juli 2011

Membeli Kebahagiaan Dengan Sepiring Makanan

Membeli Kebahagiaan Dengan Sepiring Makanan
Sore itu disebuah tempat makan.

Seorang pemuda asyik melahap makanan yang terhidang di hadapannya. Sengaja dia memesan masakan
kegemarannya. Bau masakan memenuhi seluruh ruangan restoran, menitikkan air liur siapapun yang ada disana.

Selesai makan, pemuda itu tidak langsung pergi, dia memesan segelas minuman dingin. Mungkin berniat lebih lama duduk disana menghabiskan waktu sore. Tiba-tiba pandangannya tertuju pada seorang kakek tua yang berdagang asongan yang duduk di samping luar restoran itu.

Sesekali pandangan kakek itu menyapu pengunjung restoran, entah apa yang dipikirkannya, yang jelas terlihat berkali – kali si kakek menelan ludah, tidak tahan dengan bau masakan yang menggugah selera.

Pemuda itu sejenak tercenung dan berpikir “Kira-kira berapa lama ya kakek itu sudah berjualan disana? Apa dia pernah mencicipi nikmatnya makanan di resotan ini ya?” gumamnya.

Sewaktu membayar tagihannya di kasir, pemuda itu berbisik kepada pegawai restoran. “Mas, ini saya bayar seporsi makanan, nanti kalau saya sudah pergi, tolong berikan kepada kakek tua pedagang asongan itu ya”..

Pegawai itu tersenyum dan menganggukkan kepala kemudian pemuda itupun menaiki kendaraannya dan pulang ke rumah.

Pemuda itu tidak tau pasti apa yang kemudian terjadi ketika pegawai restoran membawakan makanan untuk kakek tua pedagang asongan itu. Entahlah, dia tidak ingin memikirkannya. Yang jelas saat ini dia sangat bahagia. Sebuah rasa indah yang memenuhi rongga dadanya, kebahagiaan sejati yang hanya dibelinya dengan seporsi makanan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar