Jumat, 13 Juni 2014

KASIH SAYANG ALLAH

Pada saat Rasulullah Muhammad SAW duduk beristirahat di tengah para sahabatnya, datanglah seorang lelaki membawa pakaian. Dia menyimpan sesuatu yang disembunyikan dalam pakaiannya itu.

Dia mengatakan, “Wahai Rasulullah, ketika aku berjalan ke arahmu, aku melewati sebuah pohon yang sangat rindang. Aku mendengar suara anak-anak burung, lalu aku ambil dan meletakkannya di kainku. Namun, tiba-tiba induknya datang dan terbang mengitari kepalaku, maka kubuka kainku agar ia melihat anak-anaknya. Karena melihat anak-anaknya dalam kainku sang induk ikut bersama mereka sehingga aku selimuti mereka semua dengan kainku ini. Inilah mereka semua, aku bawa kemari.”

Rasulullah SAW berkata, “Letakkan mereka.” Dia pun meletakkan burung-burung tersebut di atas tanah di hadapan Rasul. Dia membuka penutupnya namun induknya enggan meninggalkan anaknya. Rasul bertanya, “Apakah kalian heran dengan kasih sayang induk burung ini terhadap anak-anaknya?”

Rasulullah SAW bersabda, “Demi Tuhan yang telah mengutusku dengan membawa kebenaran, sesungguhnya kasih sayang Allah lebih besar terhadap hamba-hamba-Nya dibandingkan induk burung kepada anak-anaknya ini. Bangunlah dan bawalah mereka kembali hingga kau letakkan mereka di tempat semula bersama induknya.”

Lelaki itu pun membawa mereka kembali seperti diperintahkan Rasulullah. Sabda Rasulullah di atas adalah gambaran indah betapa kasih sayang Allah tak terbatas oleh ruang dan waktu terhadap hamba-hamba-Nya.

Seperti yang dikemukakan Allah SWT, “Dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka akan Aku tetapkan rahmat-Ku untuk orang-orang yang bertakwa, menunaikan zakat, dan mereka yang terus-menerus beriman terhadap ayat-ayat Kami. Orang-orang yang mengikuti Rasul, Nabi ummi yang mereka mendapati-nya tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka.”(QS al-A'râf [7]: 156-157)

Tatkala kita ditimpa suatu musibah, bukan berarti Allah sudah tidak sayang dan peduli lagi. Allah hanya menginginkan agar kita lebih kuat dan cerdas dalam memaknai romantika kehidupan.

Ketika kita meminta sesuatu kepada Allah tetapi tidak langsung mengabulkannya, Allah mengetahui, hal itu akan menjauhkan kita dari sisi-Nya. Seperti Qarun, setelah diberi kelapangan rezeki, dia malah menjadi hamba yang kufur dan tamak.

Orang bijak mengatakan, Allah menjawab permohonan kita dengan tiga cara. Allah berkata Ya, Dia memberi yang kita inginkan. Allah berkata Tidak, Dia memberi kita sesuatu yang lebih baik. Allah berkata Tunggu, Dia memberi kita yang terbaik.

Kasih sayang Allah kepada kita tak pernah terhenti sedetikpun. Sejak kita masih berupa setetes air kehidupan, lalu tumbuh menjadi manusia dewasa sempurna. Selama kita di dunia, akan selalu diwarnai berbagai problematika kehidupan.

Seperti yang dikemukakan Allah SWT, apabila kita berhasil memetik pelajaran dari setiap penderitaan tersebut, maka kita akan hidup bahagia menuju keabadian. Sebaliknya, apabila kita gagal memahaminya maka kita tergolong orang yang bangkrut.

Dan itu adalah kerugian yang sebenarnya. Pertolongan Allah pasti akan datang membebaskan kita dari kemalangan, penderitaan, dan kegagalan.

Setelah kita terlebih dahulu mempelajari faktor-faktor penyebab kemalangan, penderitaan, dan kegagalan itu. Kemudian kita bangkit melakukan perubahan untuk membebaskan diri dari semua belenggu itu.

KAKEK DENGAN SEDEKAH 70 NASI BUNGKUS TIAP HARI JUM'AT

KAKEK DENGAN SEDEKAH 70 NASI BUNGKUS TIAP HARI JUM'AT
SUBHANALLAH: Semoga menjadi penambah semangat bagi kita untuk selalu bersedekah dan bersilaturrahmi.
'Jum'atan' sebagai sarana konsolidasi Umat Islam ...


Ramaikan masjid dengan doa pengharapan serta khusyuk siapkan diri 'dibekali' para Khatib demi hadirnya Pemimpin Adil yang menyelamatkan Dunia Akhirat kita. Sementara 'Politik Curiga' pada para Khatib Jum'at atau Penceramah.hanya akan menyisakan penyesalan dan antipati... http://bit.ly/1hE8Cmz

Yuuk, dibanding salah sangka. Lebih baik Ikuti langkah 'Pasukan Nasi Bungkus' yang mulia berikut ini ...
.... Seorang pengguna media sosial Facebook bernama Fajar Ali Imron Rosyidi menuliskan sebuah status inspirasi yang terjadi di lingkungan tempat tinggalnya, Fajar menuliskan tentang sosok seorang kakek yang di usia senjanya hidup dengan sangat bersahaja dan sederhana. Kakek yang dikenal dengan nama Mbah Asrori ini membiasakan sedekah nasi bungkus setiap hari Jum'at.

Berikut tulisan lengkapnya:
"Mbah Asrori tetanggaku yg energik, usia 91 thn masih sehat dan kuat bersepeda kemana-mana tiap hari, seperti biasa setiap hari jum'at beliau selalu membagikan nasi bungkus beruapa nasi kuning komplit dengan lauk pauk yg lezat kepada tukang becak, pemulung, atau siapapun yg membutuhkan makan hari jum'at itu minimal 70 bungkus.

Setiap bulan beliau menyisihkan minimal 400 ribu rupiah untuk sedekah setiap jum'at itu walaupun saya tau penghasilan beliau tidak menentu. Dan tidak lupa kemana-mana beliau selalu bawa radio kecil dengan selalu setel channel radio masjid agung Semarang. Benar sabda Rasulullah barangsiapa senang bersedekah dan silaturahim maka Allah akan panjangkan umurnya dgn barokah rejeki tiada disangka-sangka.

Alhamdulillah 5 tahun lalu beliau telah melaksanakan haji, yg secara logika dgn penghasilannya tidak akan mampu menabung biaya haji, namun Allah mampukan beliau.. SubhanaAllah" (InsyaAlloh 'Pasukan Nasi Bungkus pencari Ridho Ilahi')

Awal Puasa Ramadhan 2014

Syukur Alhamdulillah, tidak terasa sebentar lagi kita akan kedatangan Tamu Agung yakni Bulan Puasa Ramadhan  DI TAHUN 2014.
Sebelumnya saya pribadi beserta seluruh keluarga dan tak lupa keluarga besar JIWASEDEKAH, mohon maaf jika selama ini ada salah baik penyajian ataupun kata-kata dalam blog kita semua ini.
saya pribadi mohon maaf jika ada khilaf dan tidak sesuai dalam blog ini.


Demi kebaikan bersama ayo kita jelang dengan hati gembira suka cita puasa ramadhan 2014 ini.walaupun secara resmi pemerintah belum menunjukan tanggal pastinya.
yang penting bersama dan menjalankan tidak perlu saling menyalahkan semua bertujuan untuk ibadah, saling menghormati dan saling menyayangi antar keyakinan penemuan tepatnya hari puasa di awali.

Mari kita intropeksi diri, banyak-banyak mensucikan diri untuk menjelang Tamu Agung PUASA RAMADHAN 2014.

Jika ada salah segera saling maaf memaafkan, yang masih punya tanggungan sebisa mungkin di laksanakan tanggungannya kelak di saat puasa ramadhan 2014 kita sudah benar-benar melaksananaknnya dengan tulus iklas tidak ada yang di sakiti atau teraniaya dengan ulah kita selama ini.

Semoga dalam puasa RAMADHAN 2014 ini kita diberi kekuatan ALLOH senang tiasa membimbing kita semua untuk lebih baik dan lebih baik dari sebelumnya. amin

Jangan lupa jika ada rejeki lebih saling berbagi kepada kerabat, tetangga kanan kiri kita, anak yatim dan orang-orang yang membutuhkannya.
karena ALLAH MAHA KAYA DAN MAHA MEMBERI kepada umatnya yang mau berbagi dengan seksama tanpa ada embel2 benar-benar iklasnya karena ALLAH SWT. semata.

Saya selaku admin jiwasedekah sekali lagi jika ada salah mohon di maafkan dan mari kita jelang awal puasa Ramadhan 2014 dengan lebih baik dari tahun kemarin.
amin
semoga ALLOH memberi RAHMAD DAN KEMURAHAN kepada kita semuanya amin amin ya robbal alamin.

Kamis, 28 November 2013

Kisah Mengatasi Rasa Takut

Bismillah....MAHA SUCI ENGKAU YAA ROBB dan MAHA SEMPURNA ATAS PENCIPTAAN-MU
Kisah sederhana dan tips sehat dari cerita berikut ini semoga ALLAH SWT. akan membuka kepahaman dan keyakinan bahwa ALLAH tempat bersandar kita dan tempat mengadu kita semua.....amin



Mengatasi Rasa Takut

Seperti kata Sepia Benarkah kita takut hujan? Tidak. Yang benar kita… takut basah! Tuh, lihat. Anak kecil justru main hujan-hujanan karena tidak takut basah. Tapi, takut basah pun masih salah. Yang lebih tepat lagi adalah kita takut dengan konsekuensi basah. Jadi nggak bisa ngantor lah. Jadi malu sama orang lah. Jadi sakit lah.
Takut adalah mekanisme alamiah yang diberikan Tuhan kepada kita. Tujuannya adalah, agar kita menjadi berhati-hati, dan karena itu jadi selamat. Sebenarnya yang kita takutkan seringkali bukan sesuatu yang langsung dihadapi, tapi konsekuensi lanjut dari sesuatu itu. Misalnya, takut hujan. Maksud sesungguhnya adalah takut menjadi basah sehingga jadi malu kepada orang lain, atau jadi sakit. Nah, bila konsekuensi ini tidak lagi menakutkan buat kita (misalnya yakin tidak akan jadi sakit, atau niat sudah pulang dari kantor), maka sesuatu itu juga menjadi tidak lagi menakutkan.

MENGHILANGKAN RASA TAKUT


Takut hantu?

Apa sih yang membuat kita takut hantu? Pasti karena bayangan si hantu itu akan mencekek kita, lalu kitanya jadi mati. Atau si hantu masuk ke dalam diri kita, lalu kitanya jadi nggak sadar, lalu terjun bebas keluar jendela, lalu mati. Pokoknya apapun yang dilakukan si hantu itu… ujung-ujungnya kita mati. Nah, itulah dia! Yang kita takutkan sebenarnya bukan si hantu, tapi ujung-ujungnya kita mati itu. (Padahal statistik bahwa hantu alias jin membunuh manusia itu sulit untuk dipercaya. Ngapain si jin itu capek-capek ’ngerjain kita’, emangnya dia dapat untung apaan? Dunianya juga tersekat berbeda.)

”Loe mikir si jin itu nyekek, lalu loe mati, gitu kan..?” kata temen mengomentari alasan saya mencari tahu soal jin dalam pandangan Islam. ”Kalau kita tidak takut mati, ya kita tidak takut jin…”, kira-kira begitu saran dia.

Nyatanya memang kebanyakan orang di dalam hidupnya tidak akan pernah bertemu jin (dunianya memang beda). Yang sudah ketemu pun ternyata jinnya tidak mau berurusan dengan orang (emang jin gembira begitu ketemu orang? Dulu di TV ada reality show Dunia Lain. Jinnya sering males keluar, tahu dikerjain orang untuk cari duit.). Jadi sebenarnya ketakutan itu lebih karena bayangan dalam pikiran kita sendiri. Kejadian aslinya, jauh berbeda dari yang dibayangkan orang, yaitu jin ternyata enggan bertemu manusia. (Makanya jangan percaya dengan film-film horor hasil imajinasi sutradara yang memang mau cari duit dengan cara nakut-nakutin orang. Jin itu nggak suka pamer seperti di film.).

Jadi, alasan sesungguhnya kita itu takut… mati! Kebanyakan kita itu nyadar bahwa amalannya masih sedikit, lebih banyak dosanya, makanya takut mati. Takut dengan konsekuensi hidup sesuah mati.

Mengurangi rasa takut

Bagaimana mengurangi rasa takut? Jawabannya ada tiga. Satu, mengantisipasi konsekuensi suatu kejadian. Dua, mengetahui lebih banyak untuk mengetahui bahwa konsekuensi yang terjadi tidaklah seperti yang kita andaikan. Tiga, berlindung dengan ahlinya.

Misalnya kita takut ular. Yang betul adalah, kita takut mati karena digigit ular berbisa, atau takut mati dibelit ular besar. Untuk mengurangi rasa takut terhadap ular bisa dilakukan tiga cara.

Pertama, bila takut dengan racun ular, maka seseorang bisa menyediakan serum anti racun ular. Dengan membawa perbekalan serum anti bisa ular, tentu rasa takut ular akan berkurang.

Kedua, mengenal ular lebih jauh. Perhatikan para pawang ular di TV, bukankah mereka tertawa-tawa sambil memegang ular? Bagi mereka, ular bukan makhluk yang asing. Mereka tentu tahu ular berbahaya, tapi mereka mengenal tabiat ular sehingga bisa memperlakukannya dengan benar. (kalau Anda takut berlebihan terhadap ular, mungkin terapi mengenal ular seperti yang dilakukan Paman Tyo yang belajar menyentuh ular piaraan (pet animal)  ini bisa berguna.)

Ketiga, berlindung dengan ahlinya. Kalau kita takut ular, lalu kita minta tolong pawang ular untuk menemani (melindungi) kita, maka rasa takut itupun akan berkurang. Kita tahu, si pawang akan mengurus si ular, jadi kita tidak perlu berurusan dengan si ular tersebut.

Bagaimana mengurangi rasa takut terhadap hantu?

Pertama, tentu saja meningkatkan amal kita sehingga merasa siap untuk mati. Loh? Iya, dengan siap dengan amalan baik, jiwa akan menjadi tenang, dan anehnya justru menjadi lebih berani menghadapi kehidupan ini (termasuk di dalamnya andai ketemu hantu iseng).

Kedua, mempelajari melalui guru yang benar tentang siapa itu jin. Sebuah buku karangan Quraish Shihab berjudul ’Yang Tersembunyi: Jin, Iblis, Setan & Malaikat’ adalah buku yang membahas makhluk-makhluk gaib dengan rujukan dari Qur’an dan Hadits. Tentu ini jauh lebih terpercaya daripada sumber para dukun (yang tentu saja bisa dikelabuhi oleh jin itu sendiri). Menurut Qur’an, jin itu seperti halnya manusia adalah makhluk Tuhan biasa. Ada yang kuat, ada yang lemah. Mati juga seperti manusia. Ada jin yang beriman dan taat, adapula yang ingkar dan durhaka. Dunianya pun berbeda, dan secara umum jin tidak punya kepentingan untuk berinteraksi dengan manusia. Setan adalah sebutan untuk jin maupun manusia yang ’meniupkan’ rasa was-was (ragu-ragu) agar manusia menjauh dari beriman kepada Allah swt. Sifat setan ini bisa dihalau dengan berlindung sungguh-sungguh kepada Allah. Kesimpulan buku itu, musuh kita adalah setan, bentuknya manusia dan jin yang mengajak kepada kedurhakaan terhadap Tuhan. Karena kita menjadi lebih tahu tentang jin (dan ternyata beda banget dengan yang disampaikan sutradara-film-horor-pencari-sesuap-nasi), apalagi tahu bahwa ada jin yang beriman dan taat, maka pandangan kita terhadap jin akan berubah. Lebih netral. Jin dan manusia sama saja, sama-sama makhluk Allah yang tidak berdaya.

Cara ketiga, berlindung kepada penguasa para ’hantu’, siapa lagi kalau bukan Allah, Tuhan pencipta kita semua. Kalau kita senantiasa ingat kepada Allah, yang menciptakan dan menguasai para jin, maka diri kita akan menjadi tenang. Kalau kita selalu ingat bahwa Allah itu Maha Melihat, dan selalu ’ada’ di samping kita, maka kita menjadi jauh lebih berani. Kepada siapa lagi tempat berlindung yang lebih baik, kecuali hanya kepada Allah?

Demikianlah tiga kiat praktis mengurangi rasa takut. Ya takut pada hujan, takut ular, maupun takut hantu.

Kira-kira, bagaimana menerapkan tiga kiat itu untuk mengatasi rasa takut menghadapi kehidupan? Takut kurang uang misalnya, atau takut menghadapi boss misalnya?

catatan kecil :
- kalau kita sudah beriman dan yakin bahwa semua dalam kendali ALLAH, mau dikemanakan lagi...tambahkan rasa syukurmu dan rasa mengingatNYA di setiap waktu. INSYA ALLAH semua masalah dan cobaan akan berlalu dan membuahkan rasa senang atas pemberiaannya.buat rasa cobaan lagi yang hadir dibenak kita tapi rasa kasih sayang ALLAH masih memprhatikan kita.

- Semua dalam ridlo ALLAH atau ijin ALLAH kalau kita mau mengenal pasti dan pasti semua masalah dan cobaan akan terhapuskan dengan pertolonganNYA.

- Perbanyak melakukan kebaikan kepada semua, sholat hajat dan taubat untuk membuka masalah kita dan lakukan amal sedekah untuk memperlanjar hajat kita, bukan tidak ada solusi tetapi kita masih lebih percaya pada masalah kita sendiri.


BACA UNTUK LEBIH BERSYUKUR

Subhanallah, Maha Suci Engkau Yaa Robb
Jadikan kami semua jadi lebih sayang menyayangi dan lebih kasih mengasihi atas semua yang ENGKAU ciptakan.

Dengan rasa tersentuh rasa iba yang mendalam begitu membaca dari salah satu media online tribunnews.
semoga dengan cerita ini kita semakin bisa bersyukur dan saling sayang menyayangi kepada siapapun, semua makluk hidup terutama keluarga kita. amin...



Dua balita di Kota Manado ini, bahu membahu memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri tanpa bantuan siapa pun. Termasuk sang bunda, yang justru menelantarkan mereka.



DARI jauh, bangunan berukuran sekitar 4 x 7 meter yang beratap terpal plastik itu sepintas mirip rumah.

Namun, ketika mendekat, bangunan itu lebih mirip tenda penampungan, kumuh. Ditopang beberapa tiang, beberpa lapis dinding dari kayu, namun tanpa jendela dan pintu.



Ada ruang kecil di bagian belakang yang posisinya lebih tinggi, ditopang papan. Namun, lagi-lagi jauh dari sebutan sebuah kamar tidur, karena ayam, bebek dan anjing juga masuk di ruangan itu. Mungkin lebih layak disebut kandang.  
Di dalam bangunan itu, terlihat barang-barang seperti panci, piring, kain-kain kotor dan sejumlah barang-barang lainnya berserakan. Tak jauh berbeda dengan halaman, berserakan potongan seng bekas atap, botol-botol kaca dan batang-batang kayu. Sejumlah baju kotor bertumpuk di sudut bangunan, beberapa lainnya berserakan di tanah.

Bangunan itu adalah kediaman dua bocah, Ramadhan (3) dan Nona (4,5). Mereka tinggal di bangunan ini sejak tiga tahun lalu. Letaknya di atas sebuah bukit kosong, tak jauh dari Perumahan Telkom, Kalasey.  
Kedua bersaudara ini, harus menghidupi diri sendiri sepanjang hari karena ibu mereka, Martha, diduga menelantarkan. Nona pagi-pagi sudah pergi dari rumah untuk bekerja, dan baru kembali malam hari.
Empat ekor anjing langsung menyalak keras, dua ekor di antaranya yang terikat terlihat meloncat-loncat hendak menyerang sambil membuka mulut menunjukkan giginya.

Anjing-anjing itu, seperti terganggu dengan kedatangan sejumlah warga. Karena takut, mereka hanya berdiri sekitar dua meter dari anjing-anjing itu, sebagian membawa tongkat untuk menakut-nakuti hewan peliharaan itu.
"Ramadhan, Nona mari sini. Ramadhan, Nona, kamari jo. Napaini ada gula-gula," ujar seorang warga, Selasa (26/11/2013).

Anjing-anjing terus menyalak keras, bising sekali. Tak lama, Ramadhan muncul dan berdiri di antara sejumlah anjing dan bebek. Ia sepertinya kebingungan. Beberapa kali terlihat akan terjatuh,  namun ia berpegangan pada  tiang.
Sepertinya lututnya lemas. Kemudian ia berjalan tanpa alas kaki,  mendekat sejumlah warga. Baru beberapa langkah, ia terlihat seperti akan terjatuh.
Ramadhan hanya memakai kaos, tak memakai celana. Bajunya penuh kotoran, ada lumpur, hingga kotoran bebek menempel. Aromanya tidak sedap. Tangannya terus menggaruk-garuk, sekujur tubuhnya dipenuhi luka-luka kecil yang terus ia garuk.
Ada luka goresan di bibir, kepala dan beberapa titik di kaki. Beberapa luka terlihat sudah memutih, kemungkinan luka lama. Ia tak berbicara sepatah pun, tangannya beberapa kali menutup wajah. Seperti terlihat takut.

Tak lama kemudian, Nona muncul. Penampilannya tak jauh beda dari adiknya. Namun pakaian bocah perempuan ini sangat memiriskan, ia memakai baju dan celana yang robek disana-sini. Warnanya sudah coklat karena bercampur tanah. Bau tak sedap pun tercium. Bocah manis itu terlihat kurus, tatapan matanya kosong.
Nona sudah bisa berbicara, namun saat itu lebih banyak diam. Hanya menjawab singkat  ketika ditanya sejumlah warga.

 "Mama ja pukul deng kayu di kepala," ujar bocah itu. Tak jauh dengan adiknya, sekujur tubuh bocah manis itu pun terdapat luka-luka kecil baru dan lama. Kulitnya coklat karena kotoran, sepertinya sudah berapa hari tidak mandi.
Selasa siang itu, seorang warga sudah menyiapkan sepiring nasi dan lauk ikan. Baru saja sendok diangkat, kedua bocah itu langsung membuka mulut lebar-lebar. Langsung mengunyah dengan cepat, lalu menelannya.

Dalam beberapa menit, satu piring penuh nasi langsung tandas. Satu botol air mineral juga habis dalam sekejap. Kedua bocah ini kehausan dan  kelaparan.
Seusai makan, terlihat wajah mereka kembali segar. Nona kemudian berlari kesana kemari, Ramadhan terus saja mengunyah roti dan sesekali meminum air mineral.
Kedua bocah itu beruntung, hari itu mereka bisa menikmati satu piring nasi dan beberapa potong roti. Tak setiap hari warga bisa memberi makan.
"Kita serba salah, kalau ibu mereka tahu kami memberi makan, mereka pasti dimarahi an makanan dibuang. Beberapa kali warga  kasih baju, malah dibuang oleh ibunya, tidak boleh dipakai," ujar Oma, warga setempat.

Yang memiriskan, kadang warga terpaksa hanya menaruh makan di piring dan menaruh di jalan. Itu dilakukan warga, karena kedua bocah itu kerap berkeliaran dan tak menetap. Saat lelah berjalan dan merasa lemah karena lapar, mereka bisa tidur lelap di mana saja.

Semoga dari cerita diatas ALLAH SWT. memberi pertolongan dan berakir kemuliaan kepada kedua balita tersebut 
amin
mohon doa para pembaca untuk mengaminkan atau berkirim fatekah....Semua Doa untuk kedua balita diatas. insya ALLAH akan memberikan yang sama atas kebaikan saudara-sadara semuanya, amin