Tampilkan postingan dengan label PUISI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PUISI. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 Agustus 2014

PUISI " MAJULAH TERUS SISWA INDONESIA "

MAJULAH TERUS SISWA INDONESIA




Dengar, dengar, dengarlah isi tulisan ini
Hanya kepadamu harapan ku sandangkan
Hanya kepadamu cita-cita dipertaruhkan
Tak ada sesuatu yang tak mungkin bagimu

PUISI " PAHLAWAN TANPA TANDA JASA "

PAHLAWAN TANPA TANDA JASA




Pahlawan tanpa tanda jasa
Ialah Guru
Yang memdidik ku
Yang membekali ku ilmu
Dengan tulus dan sabar

PUISI " TERIMA KASIH GURU "

TERIMA KASIH GURU




Kaulah pembimbingku....
Kaulah Pengajarku....
Kaulah Pendidikku....
Guru....

PUISI " PAHLAWAN PENDIDIKAN "

PAHLAWAN PENDIDIKAN




Jika dunia ini kami yang dulu kosong
Tak pernah kau isi
Mungkin hanya ada warna hampa, gelap
Tak bisa apa-apa, tak bisa kemana-mana

Minggu, 17 Agustus 2014

PUISI " TAK SEPADAN "

" TAK SEPADAN "




Aku kira :
Beginilah nanti jadinya
Kau kawin, beranak dan berbahagia
Sedang aku mengembara serupa Ahasweros

PUISI " AKU "

" AKU "




Kalau sampai waktuku
'Ku mau tak seorang 'kan merayu
Tiada juga kau

Tak perlu sedu sedan itu

PUISI " INSYAF "

" INSYAF "




Segala ku pinta tiada kau beri
Segala ku tanya tiada kau sahuti
Butalah aku terdiri sendiri
Penuntun tiada memimpin jari

PUISI " KEMERDEKAAN "

" KEMERDEKAAN "




Kemerdekaan ialah tanah air dan laut semua suara
Janganlah takut padanya
Kemerdekaan ialah tanah air penyair dan pengembara
Janganlah takut padaku
Kemerdekaan ialah cintaku berkepanjangan jiwa
Bawalah daku kepadanya

( Puisi Karya : Toto Sudarto Bahtiar )

PUISI " SENJA DI PELABUHAN KECIL "

" SENJA DI PELABUHAN KECIL "




Ini kali tidak ada yang mencari cinta
Di antara gudang, rumah tua, pada cerita
Tiada serta kembali, Kapal, Perahu tiada berlaut
Menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut

PUISI " MENUJU KE LAUT "

" MENUJU KE LAUT "




Kami telah meninggalkan engkau,
Tasik yang tenang, tiada beriak, diteduhi gunung yang rimbun
Dari angin dan topan
Sebab sekali kami terbangun
Dari mimpi yang nikmat :

Sabtu, 16 Agustus 2014

PUTRA - PUTRI IBU PERTIWI

" PUTRA - PUTRI IBU PERTIWI "




Bagai wanita yang tek ber-ka-be saja
Ibu pertiwi terus melahirkan putra-putranya
Pahlawan-pahlawan bangsa
Dan patriot-patriot negara

DI BAWAH LANGIT MALAM

"DI BAWAH LANGIT MALAM"




Kucium kening bulan
Dalam sentuhan dingin angin malam
Ayat-ayat tuhan pun tak pernah bosan
Memutar planet-planet dalam keseimbangan
Langit yang membentang

PUISI " DO'A"

" DO'A "




Dengan apakah kubandingkan pertemuan kita, kekasihku?
Dengan senja samar sepoi, pada masa Purnama meningkat naik,
Setelah menghalaukan panas terik,
Angin malam mengembus lemah, menyejuk
Badan, melambung rasa,
menayang fikir, membawa angan ke bawah kursimu.

DI MALIOBORO

"DI MALIOBORO"




Saya menemukanmu, tersenyum, acuh tak acuh
Di sisi Benteng Vriedenburg
Siapa namamu, kataku, dan kau bilang :
Kenapa kau tanya itu.

SAJAK RAJAWALI

" SAJAK RAJAWALI "




Sebuah sangkar besi
Tidak bisa mengubah rajawali
Menjadi seekor burung nuri
Rajawali adalah pacar langit
Dan di dalam sangkar besi
Rajawali merasa pasti
Bahwa langit akan selalu menanti

Jumat, 15 Agustus 2014

PUISI "GADIS PEMINTA-MINTA"

"GADIS PEMINTA-MINTA"




Setiap kali bertemu, Gadis kecil berkaleng kecil
Senyummu terlalu kekal untuk kenal duka
Tengadah padaku, pada bulan merah jambu
Tapi kotaku jadi hilang, tanpa jiwa

PUISI "MALAM SERIBU BULAN"

"MALAM SERIBU BULAN"




Malam biru hitam, di Planit tua ini, Ketika Margasatwa,
Suhu, Suara, Pepohonan
Embun mengendapkan intan, Angin membisiki hutan
Gunung jadi keristal
Bisu,

PUISI "AKULAH SI TELAGA"

"AKULAH SI TELAGA"



Akulah Si Telaga :
berlayarlah di atasnya ;
berlayarlah menyibakkan riak-riak kecil
yang menggerakkan bunga-bunga padma;

PUISI "DERAI-DERAI CEMARA"

"DERAI - DERAI CEMARA"





Cemara Menderai Sampai Jauh
terasa hari akan jadi malam
ada beberapa dahan di tingkap merapuh
dipukul angin yang terpendam

PUISI "WALAU"

"WALAU"





Walau Penyair Besar
tak sampai sebatas Allah
dulu pernah kuminta Tuhan
dalam diri, sekarang tak,