Senin, 09 Juli 2012

RAHASIA SEDEKAH : Si Gembel yang Luar Biasa

RAHASIA SEDEKAH : Si Gembel yang Luar Biasa
Allah benar-benar memberi saya sebaik-baik pengalaman hari ini. Pengalaman yang luar biasa sekaligus bikin miris hati.

Sosok itu jelas di mata saya. Seorang pria kumal bin dekil dengan rambut gimbal dan kulit hitam yang sedang clingak-clinguk. Setiap orang yang pertama kali melihatnya pasti akan bilang dia orang gila. Karena memang seperti itu tampilannya. Tapi kenapa beliau ke masjid? Emang beliau mau ngapain?

Sambil memakai mukena pelan-pelan saya fokuskan mata dan pikiran saya ke sosok menarik ini. Tiba-tiba beliau menggulung kedua celana panjang hitam bercampur coklat lumpur dan debunya, lalu berdiri seperti menunggu.

Oh..rupanya beliau mau ke kamar mandi. Tapi kenapa nunggu? Betul kamar mandi untuk prianya sedang ada yang pakai, tapi kamar mandi untuk wanitanya kan kosong? Kalau beliau kurang waras pasti beliau bisa dong main nyelonong aja ke situ? Berarti beliau tau kalau kamar mandi satunya untuk wanita dan beliau tidak berhak di situ?

Ngga lama kemudian bliau keluar dan segera ke tempat wudhu. Mau ngapain beliau? Oh..mungkin mau membasuh muka, rambut, dan tangannya saja. Saya ngga sempat perhatikan sampai selesai karena iqomat sudah berbunyi.

Saya pun menyempurnakan sholat Dhuhur hingga akhir. Begitu berdiri dan balik badan (adalah kebiasaan saya melipat mukena sambil berdiri…), kagetlah saya karena beliau si kumal itu sedang duduk attahiyyat akhir di teras masjid sambil menggerakkan ibu jarinya di tiap ruas jari yang lain.

Subhanallah… saya bener2 bengong. Antara pikiran dan hati saya langsung ngga nyambung. Pikiran saya ‘menolak’ kenyataan beliau sholat karena pakaian beliau yang menurut saya ngga sah untuk sholat. Tapi hati saya benar2 terenyuh sekaligus bangga.

Saya pun merapikan mukena masjid dan bersiap memakai kaos kaki. Begitu mau keluar pintu masjid, nampak beliau keluar gerbang masjid sambil menunjuk kotak infaq di belakang suami saya yang tersenyum.

Saya menebak apa yang sedang terjadi. Akhirnya saya menyusul suami keluar dan melewati beliau yang sudah duduk di samping luar masjid. “Yah, orang itu tadi sholat ya?”. “Iya. Terus tadi ayah kasih uang juga ngga mau. Malah nunjuk ke kotak infaq.” Allahu Akbar…benar tebakan saya. Beliau si kumal itu masih bisa menolak uang dan bahkan mengarahkan suami untuk memasukannya ke kotak infaq.

Tiga hal tadi sudah bisa membuat saya sangat kacau. Saya bangga. Tapi ngga lama kemudian saya berbisik, “Robb…beliau sudah berbuat hebat seperti itu. Tapi adakah perhatian dari orang2 sekitar? Dari tadi hamba lihat wanita berkerudung panjang berseliweran. Pria-pria berjenggot lagi bersih juga hilir mudik.

Dan bukankah beberapa meter dari masjid ini ada komplek perumahan tempat tinggal walikota dari partai dakwah, daiyah terkenal, dan seorang pengusaha muslim beraset miliaran? Apakah beliau ini luput dari penglihatan mereka? Atau memang beliau sudah didekati tapi tidak mau?”. Saya sibuk menerka sendiri dengan tetap mengutamakan khusnuzhon.

Saya dan suami pun menuju motor sambil terdiam. Saya merasa linglung. Secara logika saya ngga terima. Tapi dengan imanlah akhirnya saya bisa memahami. Alloh berbuat apa yang Dia kehendaki.

Apa yang saya lihat hari ini tidak kalah berharga dengan kisah-kisah hebat para Nabi dan Sahabat yang pernah saya baca. Dan saya, berjuta kali lebih menghormati beliau ketimbang orang-orang berilmu dengan deretan titel haji, doktor, profesor, dan sebagainya, tapi masih sanggup korupsi, sanggup menipu dan merampok hak orang bahkan rakyat, dan sanggup berbuat nista lainnya.

(Oleh : Ruhana Taqiyya )

Minggu, 08 Juli 2012

RAHASIA SEDEKAH : Mukjizat bersedekah untuk orang tua

RAHASIA SEDEKAH : Mukjizat bersedekah untuk orang tua
Saya hanya mau berbagi cerita sedikit, sesuai judul diatas, entah ini dianggap suatu mukjizat ataukah hanya saya yang terlalu berlebihan, tapi saya rasa maksud saya baik dan mudah mudahan kisah yang tidak seberapa bagus ini bisa menjadi inspirasi bagi sebagian orang yang membacanya.

Saya hanyalah orang biasa, dengan penghasilan yang biasa biasa saja pula, tidak kurang dan tidak juga berlebihan, cukuplah untuk kehidupan sehari hari untuk mencukupi kebuthan saya, anak dan istri saya. Apabila melihat judul diatas mungkin ada yang bertanya..“berapa sih yang sudah elu keluarin buat orang tua lu..sehingga elu menganggap telah mendapat suatu mukjizat…?” sekali lagi dengan status saya yang hanya orang biasa biasa saja dan dengan penghasilan yang biasa biasa pula, tentulah tidak banyak yang bisa saya berikan, dan juga tidak rutin juga saya bisa membantu mereka, bisa saya katakan, menurut saya pemberian saya masihlah sangat sedikit dibandingkan jasa jasa mereka kepada saya selama ini…teramatlah sedikit…(saya jadi berkaca-kaca ketika menuliskan kalimat tadi)

Sekilas tentang Orang tua saya (Papa) adalah pensiunan pegawai negeri biasa, mama adalah ibu rumah tangga biasa. Kehidupan mereka saya nilai adalah termasuk orang-orang yang “lurus”, boleh saya katakan, mereka terutama papa..jauh dari apa yang dinamakan KORUPSI…Kalau saya nilai kehidupan mereka dihari tua ini disaat masa masa pensiun…yahh biasa dikatakan cukuplah…mereka tidak pernah meminta uang dari kami anak anaknya, karena memang masih cukup gaji pensiun papa untuk hidup sehari hari mereka berdua. Tetapi selaku anak, sudah sepantasnya kami membantu orang tua, yah walaupun jumlahnya sedikit dan tidak seberapa, tetapi ada rasa kepuasan sendiri bisa “ngasi sesuatu” buat orang yang selama ini sudah berjibaku membesarkan saya sampai bisa seperti sekarang ini.

Seperti yang saya sampaikan sebelumnya, tidak banyak yang bisa saya berikan untuk orang tua, hanya sekedar “buat beli pulsa” hanya itu yang bisa rutin saya berikan..sesekalilah kalau ada rejeki lebih saya bisa kasih berwujud uang…tapi yang sering dan lumayan rutin..ya beliin pulsa itu... Entahlah ini dianggap kategori sedekah atau bukan..yang penting saya hanya ingin memberikan sesuatu..ya sementara yang bisa baru itu…(mudah mudahan ALLAH memberikan rejeki yang lebih banyak lagi sehingga bukan cuma pulsa yang bisa saya berikan..mungkin beliin mobil kali hehehe…aminn..)

Tapi disinilah keanehan dan kemukjizatannya….Saya perhatikan..saya amati, dengan kondisi keuangan saya yang teramat biasa ini..tentulah saya sering punya masalah keuangan, tidak jarang saya “merasa” kekurangan uang..bahkan juga bukan hanya merasa kekurangan..tapi memang BENAR BENAR kekurangan uang…ada suatu fenomena yang saya amati, biasalah masalah kurang uang itu selalu muncul di “akhir bulan” masalah yang klasik dan dialami sebagian besar orang tetapi mungkin kadarnya berbeda beda, entah karena kebetulan atau memang itu benar mukjizat sedekah…seluruh masalah keuangan itu seolah sirna setelah saya ‘memberi” sesuatu kepada orang tua saya. Beragam masalah yang pernah saya alami, pernah saya benar benar “mengirit” uang, karena memang sudah benar benar hampir habis, saya umpamakan saja, uang saya tinggal 100 ribu, padahal ini masih tanggal 15an, masih ada sekitar 15 hari lagi menuju gajian, dengan uang sejumlah itu, kira kira lumayan beratlah saya harus mengatur pengeluaran untuk makan dan untuk yang lain lainnya..padahal kebetulan saya tinggal di daerah yang biaya hidupnya sangat mahal, beda lumayan jauh dengan biaya hidup di Tanah Jawa. Dari uang 100 ribu itu tetap saya sisihkan 50 ribu buat “ngisiin pulsa” orang tua saya, karena saya sudah berjanji..buat berusaha ngasih sesuatu ke orang tua saya tiap bulan, apalah bentuknya walaupun sedikit jumlahnya. Syukur Alhamdulillah, rejeki itu selalu ada dan masalah keuangan itu selalu sirna tiap kali selesai saya memberi kepada orang tua.

Bukan hanya masalah keuangan, masalah masalah kantor, keluargapun juga demikian..walaupun yang paling sering adalah masalah keuangan, semua selalu hilang, sirna, dengan kata lain terbantu, seolah ada tangan ajaib yang misterius yang selalu membantu saya tiap kali saya selesai memberi sesuatu kepada orang tua, walaupun itu hanya berwujud pulsa sebesar 50 ribu rupiah..!!

Jadi kalau menurut saya, bersedekah atau memberi sesuatu kepada orang tua itu sangatlah besar manfaatnya, saya merasa langsung dan selalu diberikan pertolongan dari ALLAH SWT tiap kali saya selesai bersedekah kepada orang tua baik apapun itu bentuk masalahnya, sehingga saudara saudara, jangan lah bosan berbuat kebajikan, dan bersedekah, saya disini memang bukan orang alim, dan tidak bermaksud sok menasehati, tetapi kekuatan memberi (the power of giving) itu benar adanya, dan perhatikan apa yang terjadi setelah engkau memberi. Mungkin sebagian dari orang tuamu ada yang sudah kaya ataupun berkecukupan dan rasanya tidak memerlukan bantuanmu apalagi hanya untuk sekedar buat membeli pulsa seperti yang sudah saya lakukan, mungkin wujudnya bisa diganti dengan yang lain atau bisa juga engkau alihkan memberi kepada orang yang lebih pantas menerimanya, tengoklah kesekeliling masih banyak orang yang memerlukan bantuan kita, bila lingkungan keluarga kita sendiri kita rasa sudah cukup dan tidak memerlukan pertolongan, segeralah alihkan tujuan ke orang lain, fakir miskin dan anak yatim yang pasti mempunyai masalah keuangan. Bantulah mereka walaupun sedikit, dan janagnlah berkecil hati jika merasa pemberian mu sedikit.

Bagi kawan kawan yang selama ini sudah berjuang matia matian buat membantu kedua orang tua, saya ucapkan selamat kepada anda, karena anda tinggal menunggu saja apa mukjizat dari Tuhan yang akan anda dapatkan, dan tidak usah diragukan lagi, pastilah itu karunia yang sangat baik. Dan bagi yang barangkali ada mempunyai persoalan, baik itu masalah keuangan, masalah keluarga, ataupun masalah menderita penyakit dan lain sebagainya, bisa dicoba seperti apa yang saya tuliskan di artikel ini, mungkin tidak harus dengan membelikan pulsa HP untuk orang tua, bisa dalam bentuk yang lain, atau kalau memang uang benar benar terbatas, cobalah diupayakan barang sedikiiiit saja untuk memberi kepada orang tua, masa sih bener2 ngga ada duit buat ngasih ortu..? Dan bagi yang punya uang lebih, ya kasihlah yang lebih banyak..jangan ngikutin saya yang cuma bisa beliin pulsa HP, saya berbuat ini karena kebetulan uang saya sedikit dan terbatas hehehe.…mungkin kalau rejeki saya banyak, jangankan pulsa, Rumah dan mobilpun saya kasihkan deh pasti…amin

Semoga tulisan ini bermanfaat dan tidak ada maksud jelek didalam penulisan artikel ini, intinya hanya menceritakan pengalaman pribadi dan mengajak untuk bersama sama berbuat baik.

( Oleh : Chandra Wirabhakti )

RAHASIA SEDEKAH : Yakin 1 Dibalas 10

RAHASIA SEDEKAH : Yakin 1 Dibalas 10
Inilah buah dari kesabaran itu. Memulai usaha dari emperan jalan, kini usahanya menjadi kebanggaan dan andalan keluarga. Ketika ditanya apa rahasia suksesnya itu, AISYAH, pemilik Warung Pecel Pincuk Suroboyo itu hanya menjawab: shadaqah.
---

Saya tak bisa membayangkan, bagaimana seandainya hidup yang sementara ini tidak ada kamus shadaqahnya. Pasti hidup tak karuan. Saya sangat percaya itu. Karena infak dan shadaqahlah yang membuat saya seperti saat ini. Bukan harta berkurang, tetapi semakin tambah berlipat-lipat. Seolah-olah rezeki datang dari berbagai penjuru, sebagaimana janji-Nya.

Saya masih ingat betul saat pertama kali merintis usaha ini. Jatuh bangun saya rasakan. Sekitar tahun 1998, ketika krisis ekonomi melanda negeri ini, saya mencoba mengawali usaha. Dengan kesungguhan, sedikit demi sedikit saya mencoba mempertahankannya. Dan alhamdulillah, usaha itu terus berkembang hingga sekarang. Yang membuat saya semakin bersyukur adalah usaha berkembang di luar perhitungan. Karena kondisi ekonomi saat itu lagi sulit. Banyak usaha serupa gulung tikar.

Dan saya yakin, Allah telah membuatnya demikian. Saya mencoba menata niat kalau usaha ini tidak saya hitung secara bisnis. Tapi, saya lebih berharap barakah Allah dari apa yang saya geluti. Meskipun Allah telah menguji saya dengan kelapangan harta, namun saya selalu merasa was-was kalau harta yang saya terima ini tidak bermanfaat, apalagi membawa mudharat. Berapapun jumlah rezeki tidak ada gunanya kalau tidak kita bagi dengan saudara-saudara kita yang memerlukan.

Kekuatan Shadaqah

Ternyata, manfaat dari kebiasaan bershadaqah itu luar biasa. Yakinlah, Allah pasti akan menolong kita jika kita mau menolong-Nya. Dan Dia tidak akan pernah ingkar janji itu. Mungkin kejadian ini bisa dijadikan contoh. Suatu kali, anak saya mengalami sakit yang tidak sembuh-sembuh. Berbagai macam obat dan dokter saya datangi. Tetapi tak membuahkan hasil apa-apa. Karena kebiasaan berbagi itulah yang saya jadikan solusi.

Tanpa pikir panjang, uang yang seharusnya untuk beli obat saya pakai membeli sekarung beras. Beras itu saya berikan kepada keluarga yatim dan miskin di sekitar rumah. Dan apa yang terjadi. Di luar perhitungan sebelumnya, sakit anak saya berangsur-angsur mulai membaik. Keajaiban shadaqah itu benar-benar saya alami.

Saya tak tahu mengapa seperti itu. Hanya saja, setiap kali saya tak shadaqah, rasanya ada yang kurang. Perasaan was-was, gelisah, dan pusing langsung menyergap saya. Sehari saja tidak shadaqah, badan terasa sakit semua. Mungkin dengan cara begitu Allah menegur saya.

Kepada anak-anak yatim, tukang sapu jalanan, dan dhuafa lainnya saya berbagi. Pikir saya, betapa susahnya mereka, hidup serba kekurangan dan dengan segala keterbatasan. Saya juga mencoba membesarkan lima TK binaan dan sebuah yayasan pemberdayaan umat. Terus, bagaimana seandainya kita yang punya kelebihan tidak mau peduli pada mereka? Betapa sayangnya, orang berpunya tapi kikir dengan hartanya. Padahal, di setiap harta yang dimiliki ada haknya orang-orang yang tak berpunya.

Tradisi Keluarga

Bila dirunut ceritanya, kebiasaan zakat, shadaqah, dan infak adalah kebiasaan keluarga. Orang tua saya (H. ABU ALI-Hj. PANCAR) sedari kecil membiasakan anak-anaknya untuk melakukannya. Mereka memberi contoh kepada anak-anaknya dengan menyantuni fakir miskin. Seringnya melihat kebiasaan itu, membuat kami menjadi terbiasa.

Nah, contoh itu pula yang saya tularkan kepada anak-anak. Selain mengajak mereka untuk langsung datang ke orang yang kita santuni, mereka saya sarankan untuk punya teman asuh. Tujuannya, agar mereka bisa saling membantu. Dengan cara-cara seperti itulah saya coba memanfaatkan apa yang saya miliki. Dengan banyaknya manfaat dari shadaqah yang saya rasakan itulah saya menyebutnya sebagai ’kaya dengan kecepatan’.

( Oleh : Hj AISYAH - Pemilik Warung Pecel Pincuk Suroboyo

SEDEKAH RAHASIA : Sedekah Menolak Bala

SEDEKAH RAHASIA : Sedekah Menolak Bala
Apa yang ada dibenak Saudara jika melihat gambar seperti ini? Si korban adalah anak kelas dua SMA (masih di bawah umur), kejadian terjadi pada subuh hari sewaktu si anak membantu orangtuanya yang berjualan gorengan di pasar, juga si anak terseret sejauh sepuluh meter dari tempat awal kejadian tabrakan. Pertanyaannya yang mungkin timbul dalam benak kita adalah PASTI sudah meninggal tuh korban yang tertabrak mobil tersebut, atau pun juga mungkin cacat atau patah tulang tuh si korban.

berbincangan dengan orangtua korban melahirkan suatu ketakjuman terhadap benarnya para ustadz dan da’i serta orang-orang tua yang mengatakan bahwa sedekah dapat menolak bala atau pun jika sudah tertulis pada takdir hidupnya, cobaan tersebut tidak terlalu berat bagi orang tersebut. Sebagai contoh jika takdirnya adalah jatuh dari sesuatu tempat yang tinggi, maka dia tetap jatuh, tetapi karena dia sering bersedekah walaupun dengan nilai rupiah yang kecil, maka jatuhnya adalah dari tempat tidur dan hanya menderita sakit sedikit.

Orangtua anak tersebut mengkisahkan bahwasanya anak mereka mengalami lima hari tidak sadarkan diri di rumah sakit dan sewaktu terjadi perbincangan ini, ternyata anak itu kelihatan sehat wal afiat tidak kekurangan suatu apa pun hanya masih ada sakit di sebelah belakang tubuhnya, tetapi dia sudah bisa belajar dan mengikuti kegiatan sekolah seperti biasanya.

Selain itu, keluarga mereka juga memperoleh uang perdamaian sebanyak lima belas juta, dan biaya pengobatan yang telah mereka keluarkan sebanyak delapan juta, sehingga masih ada sisa uang yang cukup untuk kebutuhan keluarga mereka.

Orangtua anak tersebut pun juga mengkisahkan bahwa mereka sering bersedekah semenjak tiga puluh lima tahun yang lalu pada awal mereka jualan gorengan di pasar.

Penulis membayangkan, cobaan musibah yang menimpa keluarga mereka ada pelajaran yang dapat diambil, yakni mereka masih memperoleh nikmat berupa masih adanya sisa dari uang perdamaian dan anak mereka ternyata masih dalam keadaan sehat wal afiat tidak kurang satu apa pun juga.

Pelajaran tersebut adalah, walaupun mereka serba pas-pasan dengan berjualan gorengan di pasar, tetapi takdir telah mengatakan bahwa anaknya harus tertabrak mobil, dan mungkin juga dengan sedekah keluarga mereka, maka bala atau pun musibah tersebut tidak membawa begitu banyak penderitaan bagi keluarga mereka.

( Oleh : Abdul Affandi )

RAHASIA SEDEKAH : Tukang Bubur Naik Haji

RAHASIA SEDEKAH : Tukang Bubur Naik Haji
MAAF GAMBAR POSTINGNYA SEPERTI SINETRON YANG ADA DI SALAH SATU TV SWASTA YANG MENCERITAKAN ORANG SUKSES PENJUAL BUBUR NAIK HAJI.
berikut ceritanya :

Ini kisah nyata Sulam, seorang penjual bubur, yang ingin memberangkatkan emaknya pergi haji. Orang lain, termasuk istrinya, mengingatkan Sulam, haji itu bagi yang mampu. Sementara penghasilan tukang bubur itu paling buat makan sehari-hari. Jadi, dari mana uang untuk berangkat haji. ”Insya Allah, Mak. Sulam mohon doa Emak. Kalau doa Emak makbul, Emak pasti naik haji,” janji Sulam.

Didorong keinginan yang kuat untuk memberangkatkan haji Emaknya, Sulam bekerja keras. Tidak lupa, ia menyisihkan sebagian penghasilan di bank. Melihat keinginannya pergi haji, seorang temannya menempel nama Bubur Ayam H. Sulam di gerobaknya. Sulam pun bersedekah, termasuk memberi makan bubur kepada anak-anak yang tinggal di rumah yatim. Kepada pengurus yayasan rumah yatim, Sulam dan keluarganya minta didoakan pergi haji.


Seperti biasa, Sulam menyetor uang ke bank. Ketika sampai di bank, petugas memberitahukan bahwa Sulam menjadi pemenang sedan mewah. Karena Sulam bengong, si petugas mengatakan sedannya bisa dijual dan dapat digunakan untuk pergi haji. ”Berapa orang?” tanya Sulam. ”Satu RT”.


Pulang ke rumah, Emak dan istri Sulam bingung dan khawatir karena Sulam seperti orang linglung. ”Maafin Emak kalau keinginan Emak membuat Sulam jadi tidak waras.” Ketika sadar, Sulam mengatakan ia bersama emak, istri, teman, dan pengurus rumah yatim diajak pergi haji. Kali ini, gantian si Emak yang pingsan.


Kalau kita punya masalah, kalau kita punya keinginan, maka tidak ada satu pun yang bisa menolong kita, kecuali Allah. Termasuk keinginan Emak si tukang bubur dan keinginan tukang bubur. Tidak ada yang bisa menolak, kecuali Allah. Dan apa yang terjadi kalau Allah sudah berkenan menolong seseorang? Allah akan mengatur dari langit, sehingga sesuatu yang menurut orang tidak mungkin terjadi, malah terjadi.

Tentu si tukang bubur dan ibunya mendapat keberkahan dari Allah. Sebenarnya bukan tanpa sebab, tapi ada amal-amal yang mereka lakukan, yang kemudian membuat Allah mengeluarkan putusan terbaik buat mereka. Si Ibu punya niat yang sangat kuat, rindu untuk berkunjung ke Baitullah, mencium Hajar Aswad, dan menyempurnakan rukun Islam. Kemudian si anak mahabah kepada orang tua, ingin menyenangkan orang tuanya, lalu dia berusaha dan menabung sebisa dia.


Si tukang bubur percaya seseorang yang berniat baik, Allah akan menyempurnakannya. Kedua, dia berniat menabung untuk ibunya yang ber¬niat haji dan Allah kemudian menyempurnakannya. Ketiga, ia bersedekah karena sedekah bisa menghantarkan seseorang mencapai keinginannya.